30.4 C
Palu
27/11/2021
Image default
Media

Mombine Padagi (Perempuan Tangguh)

Gempa 7,4 M yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018, membuahkan dampak yang luar biasa. Gempa tidak saja mengakibatkan terjadinya tsunami, tapi juga liquefaksi. Ada ribuan warga Palu, Sigi, dan Donggala harus kehilangan harta benda mereka, dan kemudian menjadi pengungsi. Korban yang mengalami luka berat, hilang, dan meninggal dunia, diperkirakan ada ribuan pula jumlahnya.

Tidak sedikit pula dari warga Palu, Sigi, dan Donggala yang harus kehilangan mata pencaharian. dan usaha yang menggerakkan perekonomian mereka. Di Kabupaten Sigi, misalnya, lahan-lahan sawah dan kebun banyak yang rusak. Usaha ekonomi kecil skala rumah tangga yang tadinya mereka geluti, banyak yang akhirnya harus terhenti karena mereka kehilangan alat-alat produksinya.

Dapur Usaha Saatu Mombine Padagi (100 Perempuan Tangguh) adalah satu ikhtiar yang dilakukan oleh SKP-HAM Sulteng yang bermitra dengan Kemitraan (Partnership) untuk membangkitkan kembali usaha ekonomi produktif warga di Kabupaten Sigi, terutama yang digerakkan oleh para perempuan di Desa Potoya, Karawana, Soulowe, dan Sidera.*

Tulisan terkait

Pertemuan bersama Pihak Kelurahan se-Kota Palu

Desmayanto

Diskusi dan Musik Bersama Korban Peristiwa 65/66

Zikran Yakala

Ketika Walikota Meminta Maaf Kepada Korban

SKP-HAM Sulteng

Tinggalkan Komentar