24.9 C
Palu
20 Juli 2024
Aktivitas

Babak Baru! Komnas HAM Pastikan Kawal Kasus Hilangnya Brigpol Agil Sejak Tahun 2019 Usai Diminta Jaga Rumah

KILAT.COM – Kasus hilangnya Brigpol Agil Sufandi kini kembali perbincangan usai Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima laporan dari Solidaritas Korban Pelanggaran HAM (SKP-HAM).

Komnas HAM juga mengaku akan mengawal kasus hilangnya Brigpol Agil Sufandi sejak 2019 lalu di Jakarta.

Respons atas kasus hilangnya Brigpol Agil Sufandi ini disampaikan oleh Atnike Nova Sigiro, selaku Ketua Komnas HAM dalam pertemuan di Kantor Komnas HAM Sulawesi Tengah, Palu.

“Kami telah menerima laporan pengaduan langsung dan segera melakukan analisis pengaduan dalam waktu 7 hari ke depan,” ucap Atnike Nova Sigiro dikutip kilat.com dari Antara, Jumat 29 September 2023.

Atnike juga mengatakan bahwa usai SKP-HAM dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melaporan terkait kasus ini, Komnas HAM nantinya akan menyampaikan secara prosedural.

Dalam hal ini termasuk tatap muka Komnas HAM dengan keluarga korban Brigpol Agil Sufandi yang hilang sejak tahun 2019 di Komnas HAM Sulteng.

Kemudian Atnike juga menuturkan bahwa pertemuan Komnas HAM dengan SKP-HAM dan LBH serta keluarga korban akan segera ditindaklanjuti agar kasus tersebut mendapat kejelasan sesuai dengan harapan.

Maka setelah analisis pengaduan ada, langkah untuk menindaklanjuti kasus hilangnya Brigpol Agil Sufandi akan mudah ditetapkan oleh Komnas HAM.

Pihaknya berharap kejelasan kasus tersebut bisa terkuak secepat mungkin, sehingga peluang dan langkah-langkah untuk menindaklanjuti bisa diketahui.

Nurlaela Lamasitudju selaku Direktur SKP-HAM juga berharap titik terang bisa terlihat usai pertemuan langsung dengan Ketua Komnas HAM terkait keberadaan Brigpol Agil Sufandi.

Diberitakan sebelumnya, Brigpol Agil Sufandi ditemukan hilang dan tidak lagi berkomunikasi dengan keluarganya sejak tahun 2019.

Pada saat itu, Brigadir Agil sedang bertugas di Kabupaten Banggai, namun tak berselang lama, mantan pimpinannya meminta yang bersangkutan untuk menjaga rumah di Jakarta.

Permintaan penjagaan ini dilakukan oleh mantan pimpinannya lantaran pada saat itu sedang menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Hal ini berdasarkan keterangan ayah korban yang menyebut brigadir Agil hilang setelah terakhir pamit pergi ke Jakarta untuk menjaga rumah mantan Kapolres Banggai.

Kemudian Brigadir Agil bercerita kepada keluarga dengan melalui telepon bahwa ia merasa kecewa terhadap pimpinannya karena meminta untuk menjaga rumah. (*)

Sumber: Kilat.com

Tulisan terkait

Pemprov Sulteng Hadiri Syukuran Korban Pelanggaran HAM Berat Tahun 1965/1966

Putri Rhodiatul Jannah

Peringatan Hari Kartini Di Poso-Menuju Perempuan Tangguh yang Responsif Gender

Tomzil Prafdal

Negara Perlu Hadir Untuk Memulihkan Trauma Korban Tapol

SKP-HAM Sulteng

Tinggalkan Komentar