28.8 C
Palu
25/01/2023
Advokasi

Diskusi dan Musik Bersama Korban Peristiwa 65/66

Dalam rangka memperingati Hari Hak Atas Kebenaran dan Martabat Korban Pelanggaran HAM Berat 24 Maret. Kemarin ditetapkan oleh PBB 5 tahun yang lalu untuk mengenang jasa Uskup Agung Oscar Romero, pembela rakyat miskin El Salvador yang setia mendampingi orang orang tertindas.

Kami Skp-ham Sulteng mendukung gerakan anak muda #‎MasihIngat65 oleh karena itu kami merayakan hari penting ini di dalam acara Diskusi & Musik dengan tema “Martabat Bangsa vs Martabat Korban” pukul 19.00 s/d selesai di sekretariat Skp-ham Sulteng bersama bapak Rusdy Mastura, ELSAM, korban/keluarga korban, komunitas, organisasi pemuda dan sanggar seni binaan Lembaga Tokaili Bangkit (LTKB) yang sangat menghibur. “Kami siap melanjutkan” Itulah sepotong lirik lagu yang di bawakan oleh adik-adik binaan LTKB.

Sejak 24 Maret kemarin. Beliau menjadi relawan Skp-ham Sulteng. Beliau berkomitmen secara pribadi bahwa perjuangan “membangun rekonsiliasi bangsa” masih panjang. Bung Rusdy Mastura telah menjadi “model” sejati. Dia telah mencatat sejarah “mengakui korban pelanggaran HAM peristiwa 1965/1966”. Di akhir diskusi Bung Cudi juga memberikan pesan kepada generasi penerus terutama bagi pemuda, “Kau belum jadi islam jika tidak memiliki kemanusiaan” bukan hanya itu, beliau juga mengajak agar banyak-banyaklah membaca karena dengan membaca kamu akan tahu.

Tulisan terkait

Monitoring Dapur Usaha Desa Potoya

Rini Lestari

Pernyataan Pers Presiden RI tentang Pelanggaran HAM Berat

SKP-HAM Sulteng

Pemulihan Korban Pelanggaran HAM 1965/1966 Pascabencana

Rini Lestari

Tinggalkan Komentar