27.8 C
Palu
07/12/2022
Advokasi

Diskusi dan Musik Bersama Korban Peristiwa 65/66

Dalam rangka memperingati Hari Hak Atas Kebenaran dan Martabat Korban Pelanggaran HAM Berat 24 Maret. Kemarin ditetapkan oleh PBB 5 tahun yang lalu untuk mengenang jasa Uskup Agung Oscar Romero, pembela rakyat miskin El Salvador yang setia mendampingi orang orang tertindas.

Kami Skp-ham Sulteng mendukung gerakan anak muda #‎MasihIngat65 oleh karena itu kami merayakan hari penting ini di dalam acara Diskusi & Musik dengan tema “Martabat Bangsa vs Martabat Korban” pukul 19.00 s/d selesai di sekretariat Skp-ham Sulteng bersama bapak Rusdy Mastura, ELSAM, korban/keluarga korban, komunitas, organisasi pemuda dan sanggar seni binaan Lembaga Tokaili Bangkit (LTKB) yang sangat menghibur. “Kami siap melanjutkan” Itulah sepotong lirik lagu yang di bawakan oleh adik-adik binaan LTKB.

Sejak 24 Maret kemarin. Beliau menjadi relawan Skp-ham Sulteng. Beliau berkomitmen secara pribadi bahwa perjuangan “membangun rekonsiliasi bangsa” masih panjang. Bung Rusdy Mastura telah menjadi “model” sejati. Dia telah mencatat sejarah “mengakui korban pelanggaran HAM peristiwa 1965/1966”. Di akhir diskusi Bung Cudi juga memberikan pesan kepada generasi penerus terutama bagi pemuda, “Kau belum jadi islam jika tidak memiliki kemanusiaan” bukan hanya itu, beliau juga mengajak agar banyak-banyaklah membaca karena dengan membaca kamu akan tahu.

Tulisan terkait

Pertemuan Pemuda Desa Soulowe

Rini Lestari

Metode Pengumpulan Data Geo Spasial dan Sosial

Rini Lestari

Walikota Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

SKP-HAM Sulteng

Tinggalkan Komentar