01/07/2022
Image default
Para Penyintas

Mariana: “Saya Tidak Malu Jadi Anak Korban”

Kata orang masa lalu biarlah berlalu tapi bagi saya masa lalu adalah kisah yang tidak harus dilupakan karena dari kisah itulah saya dibentuk. Saya tidak malu jadi anak korban (Peristiwa 1965-1966). Saya bangga, karena dengan adanya cap sebagai anak korban, kami bisa menjaga diri di masyarakat. Saya senantiasa untuk bersikap baik karena jika salah melangkah stigma buruk selalu melekat.

Sekarang di Desa Labuan Panimba sudah menjadi desa Inklusi tidak ada lagi diskriminasi kepada korban & keluarganya. Bantuan pemerintah sudah diakses oleh korban dan keluarganya, bahkan anak korban terlibat berpatisipasi di Pemerintahan Desa. Contoh saya jadi anggota BPD dan ketua BPD juga adalah anak korban.

Tulisan terkait

Kami Bagaikan Rumput di Pinggir Jalan

Desmayanto

Pemulihan Korban Pelanggaran HAM 1965/1966 Pascabencana

Rini Lestari

Menanti Asa dari Kenangan Pahit Para Penyintas Terorisme di Sulteng

SKP-HAM Sulteng

Tinggalkan Komentar